Jumat, Maret 20, 2009

Terik Matahari Di awal Kemarau

Matahari berdiri tegak dengan tegas setelah beberapa lama digempur mendung diringkus awan gelap.Tapi matahari tetap berdiri tegak sembari suaranya tak terasa sudah menembus ke segala sudut hidupku.

Sekarang, matahari tak lagi gamang. Kemarau sudah suka cita menyambutnya. Ini bukan soal suka dan tidak suka. Waktulah yang akhirnya menyampaikan hal ini, bahwa hujan tak perlu lagi ditangisi kepergiannya.

Lihatlah debu-debu sudah menyoraki kita, agar peperangan terus dilanjutkan. Lawan tanding kita sudah bersiap-siap menanti kedatangan kita.

Terompet peperangan kemudian dibunyikan, terdengar ke seluruh negerimu. Bersiaplah....sebentar lagi korban-korban bergelimpangan...

berita-berita dikabarkan....

kemarau sudah ada di depan mata...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar