Semuanya tergantung pada Dia. Kita hanya melaksanakan atau mengantisipasi, apakah memang dia sudah jauh meninggalkan kita. Kita sudah bersih-bersih. Segala sesuatunya sudah kita cek. Kalau masih ada yang kurang, mungkin keterbatasan kemampuan kita atau lain hal yang membuat potensi kita yang paling dalam tidak terdeteksi oleh aktifitas kita.
Dalam obrolan yang mengasyikkan yang terkadang menyita banyak waktu, mungkin akhirnya melupakan dia pada urutan paling belakang, kita sudah lupa diri walaupun ketika keriuhan itu redup dia bisa saja datang lagi.Kita akan blingsatan lagi, walaupun tadi sudah disiapkan segala sesuatunya.
Itulah yang terjadi kemarin, kalau kabar bahwa kita sudah merelakan kepergian hujan dan tak perlu lagi ditangisi, nyatanya dia tiba-tiba datang: BRESSS!! Hujan terjadi disertai angin. semuanya menjadi basah.
Kemarau entah kemana tidak kelihatan batang hidungnya. Tapi, baru saja ada yang menyampaikan kalau kemarau titip panas dan sumuk alias gerah alias kemringet. Nah lho berarti dia tidak jauh dari kita berada..[dip09]
