Selasa, Februari 10, 2009

Menyalakan Lampu di pinggir Hutan

(Hanya catatan) Pagi tadi (10/2/09), ketika hendak ke pasar yang musti melewati jalan hutan. Aku menemukan acara, yang mungkin di kalangan umum tidak lazim. Mereka memakai seragam krem bawahannya hijau. Di beberapa petak ada satu batang pohon jati terbujur kaku.Tenda warna putih dengan garis biru terbentang rapi.Ada kursi ditata rapi. Di seberang jalan, mobil-mobil dan motor-motor di parkir.Persis di pinggir jalan agak jauh dari tenda ada motor diesel untuk menghidupkan sound system. 

Ketika aku lewat, agaknya acara tersebut sudah dimulai. Itu bisa dilihat dari penuhnya kursi yang disediakan. Dari aksesoris tendanya, persepsi orang pertama mungkin; apakah ada acara pernikahan di pinggir hutan. Tetapi, dilihat dari semua yang hadir memakai pakaian seragam agaknya acara tersebut diperuntukkan untuk para pegawai perhutani.

Sepanjang perjalananku menuju pasar, pikiranku berkelebat untuk berkomentar, paling tidak sedikit apresiasi bahwa acara tersebut sangat bagus untuk penyegaran pikiran. Dan inilah mestinya yang dikembangkan oleh para abdi negara dinas perhutani 'menyalakan lampu di kegelapan hutan carut marut indonesia.

Sabtu, Februari 07, 2009

Lampu Mati

Lampu mati di malam hari. Sungguh menjengkelkan kalau kita belum menyiapkan segala sesuatunya. Lilin, lampu teplok atau genset yang kehabisan bensin. Apalagi bila posisi kita sedang browsing di dunia maya, tentu hati kita seperti disentak bahwa mati lampu telah merampas segala aktifitas yang mungkin sangat penting.

Apa yang bisa kita petik dari kejadian lampu mati ini. Tak ada yang bisa dipetik detik itu kecuali kita membuat kericuhan kecil dalam rumah. Setelah mulai menyala dengan cahaya darurat, baru kita bisa melihat semua; bahwa kita masuk dalam alam kegelapan. Apa jadinya manusia tidak bisa menggunakan alat pikirnya. Tentu, kita terus dalam alam kegelapan dalam semua segi kehidupan.

Lampu mati adalah juga pancaran cahaya di sebuah labirin yang sangat panjang.Lampu mati membuat kita terus bergerak mencari. Jangan sampai berhenti. Lampu mati mengajarkan kita harus terus introspeksi diri. Ke depannya langkah kita tidak tersaruk-saruk terus menerus dalam alam kegelapan.

Siapa pun bila mengalami lampu mati, kemanusiaan kita akan terusik. Kecuali mereka yang hanya menikmati kegelapan sebagai kegelapan.